Berita > Ortom Muhammadiyah

Bangun Pemimpin Muda Berintegritas, Pemuda Muhammadiyah Pekanbaru Gelar FGD Digital Leadership

Bangun Pemimpin Muda Berintegritas, Pemuda Muhammadiyah Pekanbaru Gelar FGD Digital Leadership

Pemuda Muhammadiyah Kota Pekanbaru menggelar FGD bertema Membangun Kepemimpinan Pemuda yang Berintegritas di Era Digital

PEKANBARU, Muhammadiyahpekanbaru.id—Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Pekanbaru menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Kepemimpinan Pemuda yang Berintegritas di Era Digital” pada Sabtu (16/5/2026), bertempat di Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Riau. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten.

FGD ini dihadiri oleh Wakil Ketua Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekanbaru, H. Apandi, Ketua PWPM Riau Pemuda Rizal S., S.M, serta perwakilan PC Muhammadiyah Marpoyan Damai, Suaidi, bersama para peserta dari kalangan pemuda.

Dalam sambutannya, Ketua PDPM Kota Pekanbaru, Untung Surapati menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam membangun kualitas kepemimpinan pemuda Muhammadiyah agar mampu menjawab tantangan zaman. Ia menekankan pentingnya integritas sebagai nilai utama dalam kepemimpinan.

“Kami ingin pemuda Muhammadiyah tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Ketua PWPM Riau, Rizal S., S.M dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang diskusi yang produktif bagi pemuda. Ia menegaskan bahwa era digital memberikan peluang besar sekaligus tantangan serius bagi generasi muda.

“Pemuda hari ini harus mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai moral yang kokoh. Integritas harus menjadi pondasi utama dalam setiap gerak langkah kepemimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, PDM Kota Pekanbaru yang diwakili oleh H. Apandi, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kepemimpinan pemuda.

“Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang berlandaskan akhlak. Di tengah era digital yang penuh tantangan, pemuda Muhammadiyah harus menjadi teladan dalam menjaga etika, moral, dan integritas,” ungkapnya.

FGD ini menghadirkan tiga pemateri yang memberikan perspektif strategis terkait kepemimpinan pemuda di era digital:

1. Mohd. Aidi, SH (Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu)

Dalam pemaparannya, Mohd. Aidi menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan, khususnya dalam dunia politik dan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa pemuda harus mampu menjadi agen perubahan yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

“Era digital membuka ruang partisipasi publik yang luas, namun juga menuntut pemimpin yang tidak mudah tergoda oleh kepentingan sesaat. Integritas adalah kunci kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

2. Johan Faladhin, M.I.Kom (Wakil Dekan FIKOM UMRI)

Johan Faladhin membahas peran komunikasi dalam membangun kepemimpinan pemuda yang efektif. Ia menekankan pentingnya literasi digital dan kemampuan komunikasi strategis dalam menghadapi disrupsi informasi di era media sosial.

“Pemuda harus cerdas dalam menyaring informasi, serta mampu membangun citra dan pengaruh positif melalui media digital. Komunikasi yang baik adalah kekuatan kepemimpinan di era ini,” ungkapnya.

3. Dr (C) Med. Meilizon Dahlan, SH., MH. (Wakil Ketua APTISI Riau & Kepri)

Sementara itu, Meilizon Dahlan menyoroti aspek hukum dan etika dalam kepemimpinan pemuda. Ia mengingatkan bahwa era digital juga membawa konsekuensi hukum yang harus dipahami oleh generasi muda.

“Pemuda tidak hanya dituntut aktif, tetapi juga harus sadar hukum dan menjunjung tinggi etika dalam setiap tindakan, termasuk di ruang digital,” tegasnya.

FGD berlangsung interaktif dengan sekitar 20 peserta yang aktif berdiskusi terkait berbagai isu, seperti etika bermedia sosial, peran organisasi kepemudaan, hingga tantangan kepemimpinan di era digital.

Kegiatan ini ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan harapan besar agar lahir generasi pemimpin muda Muhammadiyah yang berintegritas, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.