Berita > Amal Usaha Muhammadiyah

Tasyakuran Milad ke-18 UMRI: Momentum Syukur dan Penguatan Komitmen Memajukan Universitas

Tasyakuran Milad ke-18 UMRI: Momentum Syukur dan Penguatan Komitmen Memajukan Universitas

Pengajian Akbar Tasyakuran Milad UMRI ke-18 oleh Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan sekaligus Baitul Arqam Dosen dan Tenaga Kependidikan UMRI

PEKANBARU, Muhammadiyahpekanbaru.id—Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Tasyakuran Milad ke-18 secara sederhana namun tetap berlangsung khidmat, pada Jum'at (5/6). Kesederhanaan pelaksanaan milad ini sejalan dengan imbauan Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menerapkan efisiensi dalam penyelenggaraan kegiatan sesuai kondisi bangsa saat ini.

Rangkaian Milad ke-18 UMRI diawali dengan Tasyakuran Milad dan Pengajian Akbar yang menghadirkan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, sebagai penceramah utama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan sebagai upaya penguatan ideologi, karakter, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Ketua PDM Batam dan Ketua PDM Pekanbaru. Pada kesempatan itu, Rektor UMRI, Dr. H. Saidul Amin, MA, menyampaikan laporan perkembangan universitas yang kini memasuki usia ke-18 tahun. Menurutnya, UMRI terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dari berbagai aspek, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa, kualitas akademik, sumber daya manusia, hingga pembangunan sarana dan prasarana.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, dukungan Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, mitra kerja sama, alumni, serta kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.

"Di usia ke-18 tahun ini, UMRI terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Saidul Amin.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI, Prof. Dr. H. M. Nazir, MA, menegaskan bahwa seluruh kemajuan yang diraih UMRI merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang wajib disyukuri oleh seluruh keluarga besar UMRI.

“Kemajuan UMRI hari ini adalah karunia Allah SWT yang patut kita syukuri bersama. Rasa syukur itu harus diwujudkan dengan meningkatkan kinerja, menjaga amanah, dan terus berkontribusi bagi kemajuan universitas,” ujarnya.

HM Nazir juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak melupakan jasa para pendiri, perintis, dan pimpinan terdahulu yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan UMRI.

“Kita harus menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pimpinan terdahulu dan seluruh pihak yang telah berjuang membangun UMRI sejak awal. Tanpa kerja keras, pengorbanan, dan dedikasi mereka, UMRI tidak akan mencapai posisi yang membanggakan seperti saat ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, seluruh elemen UMRI perlu terus menjaga kekompakan, memperkuat budaya akademik, meningkatkan inovasi, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.

Dengan semangat Milad ke-18, UMRI diharapkan terus tumbuh sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan semesta.

Hadir pada kegiatan Milad Ke-18, Anggota PWM Riau Syafriyoes, Baidarus, Ketua PDM Batam, Zarmi Mazridanto, Ketua PDM Pekanbaru, Jabarullah dan juga anggota BPH UMRI, Yusri Rasul, Yuslim serta para Pimpinan dan Dosen UMRI.