Berita > Ortom Muhammadiyah
Milad ke-65 IPM, Ketua PDM Pekanbaru: Tegaskan Kaderisasi IPM Adalah Jantung Gerakan Muhammadiyah
Gebyar Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah
PEKANBARU, Muhammadiyah Pekanbaru.id—Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Pekanbaru sukses menggelar peringatan Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada Sabtu, (18/07) di Hotel Tjokro Pekanbaru dengan Mengusung tema "Resonansi Algoritma, Pelajar Berdampak", kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 kader IPM dan para alumni IPM Kota Pekanbaru.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Arif Eka Putra, Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar, yang juga menjabat sebagai Bendahara Pimwil Tapak Suci Putera Muhammadiyah Riau, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pekanbaru Jabarullah, S.Sos., M.Pd., Wakil Ketua PW IPM Riau Aziz Azhar, jajaran pimpinan otonom Muhammadiyah dan Aisyiyah serta para undangan lainnya.
Ketua PD IPM Kota Pekanbaru, Syahrul Alif Rozak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Milad ke-65 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan gerakan pelajar Muhammadiyah agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Menurutnya, tema "Resonansi Algoritma, Pelajar Berdampak" mengandung makna bahwa kader IPM harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital secara bijak untuk memperluas dakwah, meningkatkan literasi, melahirkan inovasi, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Pekanbaru, Jabarullah, S.Sos., M.Pd., menegaskan bahwa IPM merupakan kawah candradimuka kader Muhammadiyah yang harus terus memperkuat gerakan kaderisasi sebagai investasi masa depan Persyarikatan.
"IPM harus terus memperbanyak kader Persyarikatan yang siap menjadi pimpinan organisasi Muhammadiyah dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), melahirkan kader umat yang menjadi mubaligh dan pendakwah yang mencerahkan, serta mencetak kader bangsa yang mampu berkiprah di lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif," ujarnya.
Jabarullah juga menekankan bahwa IPM memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga moral dan karakter generasi muda.
"IPM harus menjadi pelopor dalam pencegahan penyakit masyarakat di kalangan pelajar, seperti penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), kekerasan di lingkungan sekolah, serta berbagai perilaku menyimpang, LGBT yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya bangsa. Kader IPM harus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, berprestasi, dan berakhlak mulia," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, mengapresiasi kiprah IPM dalam membina generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Menurutnya, sinergi antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Pekanbaru sangat penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan Milad ke-65 IPM berlangsung semarak dan penuh semangat kekaderan. Kehadiran lebih dari 500 kader IPM bersama para alumni, kepala sekolah, pembina IPM, pimpinan majelis dan lembaga PDM Kota Pekanbaru menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun kader-kader Muhammadiyah yang unggul. Melalui tema "Resonansi Algoritma, Pelajar Berdampak", IPM diharapkan terus menjadi organisasi pelajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman, unggul dalam inovasi, kokoh dalam ideologi, serta mampu melahirkan kader Persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.





